Rahagi.

Kalau lu baca ini, berarti gue beneran nggak cukup berani buat ngomong langsung.

I’m sorry for that.

Sekarang lu pasti udah percaya kan, sama semua yang gue ceritain? Tentang kereta itu, tentang dunia yang lu pikir gue ngarang, dan tentang gue yang bukan Sera yang hilang lima tahun lalu.

Maaf karena gue harus pergi tepat di depan mata lu. It was never my plan.

Gue nggak pernah pengen ninggalin lu dengan cara kayak gitu.

Tapi entah gimana, lu jadi elemen gue di dunia ini.

You became my anchor. And the only way for me to go home… was through you.

Awalnya gue nolak buat percaya. I tried to act like everything was normal. Gue pura-pura semua baik-baik aja, sampai akhirnya gue ngerasain sendiri gimana stasiun itu kayak ngasih tanda…

Especially last night. Waktu gue sengaja ngajak lu ke stasiun.