Sudah setahun berlalu sejak Sera memaksa dirinya kembali ke rutinitas lama, menjalani hari-hari seperti tak pernah terjadi apa-apa.

Kini, ia kembali ke Bandung, menjalani rutinitasnya sebagai Client Relations Officer di sebuah perusahaan Property & Venue Management di tengah kota.

Pekerjaannya menuntutnya untuk menjadi penghubung utama antara klien dan manajemen, memastikan setiap properti atau ruang acara yang mereka kelola dapat memenuhi ekspektasi klien, mulai dari koordinasi penyewaan, pengaturan event, hingga menyelesaikan keluhan atau permintaan khusus dengan cepat dan profesional.

Ia sudah menjalani posisi ini hampir satu tahun penuh, dan meskipun pekerjaannya menuntut energi dan fokus tinggi, Sera merasa ini adalah langkah yang tepat untuk menegaskan janji pada dirinya sendiri untuk menjalani hidup dengan lebih serius.

Ara, sepupunya juga bekerja di perusahaan yang sama. Mereka melewati proses tes seleksi bersama, dan kadang-kadang berbagi ruang kantor, walaupun keduanya tetap menjalankan tanggung jawab masing-masing.

Dan sejak Sera mulai bekerja, Sera hampir tak pernah lagi mengunjungi stasiun.

Baik di Bandung, maupun di Jakarta. Bukan karena lupa. Tapi karena sengaja menjauh.

Sera hanya ingin menjalani hidupnya seperti biasa.

Namun, hampir setahun belakangan ini juga, tubuhnya seperti diam-diam memberi sinyal. Sera mulai merasakan gangguan kesehatan yang kerap mengganggu aktivitasnya. Sakit kepala yang datang tanpa permisi, kadang disertai mimisan ringan, membuat tubuhnya lemah seketika.

Tapi, Sera hanya menganggapnya sebagai akibat kelelahan tubuh dan stres akibat pekerjaannya. Ia menolak berpikir lebih jauh, tetap mencoba menjalani hari-harinya dengan ritme yang sudah terbiasa.